Analisis Penanganan Sampah Guna Mencegah Pencemaran Laut di MV. Bukit Raya
-
Published: 31 December 2022
-
Page: 17-23
Abstract
Pembuangan sampah di laut merupakan tindakan tidak terpuji yang seharusnya tidak terjadi. Penanganan sampah kapal perlu dilakukan sebagai upaya untuk semakin meningkatnya pencemaran laut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan sampah di kapal sesuai Marrine Pollution 73/78 serta upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran awak kapal dalam penanganan sampah. Marrine Pollution (Marpol) merupakan aturan mengenai International Convention for the Prevention of Pollution from Ships atau Konvensi Internasional tentang Pencegahan Polusi dari Sampah Kapal. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Data primer melalui observasi yang berupa data lapangan dan wawancara yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber sedangkan data sekunder yang melalui dokumentasi dan studi pustaka yaitu berupa buku-buku literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aturan Marpol Annex V dikapal MV. Bukit Raya tergolong cukup baik, namun sebagian para awak kapal belum memahami tentang prosedur penanganan sampah di atas kapal, sehingga masih terjadi pencemaran laut. Kesimpulan yang diperoleh yakni penanganan sampah kapal sangat penting dilakukan untuk meminimalkan pencemaran laut.
- penanganan sampah
- Pencemaran Laut
- Analisis Pencamaran Laut

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Andrades, R. et al. (2016) ‘Origin of marine debris is related to disposable packs of ultra-processed food’, Marine Pollution Bulletin, 109(1), pp. 192–195. doi:10.1016/j.marpolbul.2016.05.083.
- Barus, V.I.R. br B., Prananingtyas, P. and Malikhatun, S. (2017) ‘Tugas Dan Tanggung Jawab Syahbandar Dalam Kegiatan Pengangkutan Laut Di Indonesia’, Diponegoro Law Journal, 6(1), pp. 1–13. Available at: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/15546.
- Chen, C.L. and Liu, T.K. (2013) ‘Fill the gap: Developing management strategies to control garbage pollution from fishing vessels’, Marine Policy, 40(1), pp. 34–40. doi:10.1016/j.marpol.2013.01.002.
- Harefa, M.S. et al. (2022) ‘Upaya Pengelolan Pencemaran Akibat Sampah Laut (Marine Debris)Di Pantai Olo, Belawan’, MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies, 2(2), pp. 46–54. doi:10.56832/mudabbir.v2i2.243.
- Jupriyati, R., Soenardjo, N. and Suryono, C.A. (2013) ‘Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya Terhadap Histologi Akar Mangrove Avicennia marina (Forssk). Vierh. di Perairan Mangunharjo Semarang’, Journal of Marine Research, 3(1), pp. 61–68.
- Kuncowati, K. (2019) ‘Analisis Pengelolaan Sampah Di Kapal Dan Peran Awak Kapal Terhadap Pencegahan Pencemaran Laut Dari Kapal Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya’, Majalah Ilmiah Bahari Jogja, 17(1), pp. 71–85. doi:10.33489/mibj.v17i1.200.
- Kurniawan, H., Yulianto, B. and Riniatsih, I. (2021) ‘Kondisi Padang Lamun di Perairan Teluk Awur Jepara Terkait dengan Parameter Lingkungan Perairan dan Keberadaan Sampah Makro Plastik’, Journal of Marine Research, 10(1), pp. 29–38. doi:10.14710/jmr.v10i1.28266.
- Maritime Industry Authority (2019) ‘What is MARPOL Convention?’ Available at: https://marina.gov.ph/wp-content/uploads/2020/10/MARPOL-73_78.pdf.
- Menteri Perhubungan RI (2014) Peraturan Menter Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PM 29 Tahun 2014 Tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim, Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
- Nainggolan, D.H., Indarjo, A. and Suryono, C.A. (2022) ‘Microplastics Found in Karangjahe Waters, Rembang, Central Java’, Journal of Marine Research, 11(3), pp. 374–382.
- Nurdiana, F., Julyantoro, P.G.S. and Suryaningtyas, E.W. (2019) ‘Kelimpahan Bakteri Coliform Pada Musim Kemarau di Perairan Laut Celukanbawang , Provinsi Bali’, Journal Trends in Aquatic Science II, 1(1), pp. 101–107.
- PT Pelayaran Nasional Indonesia (2019) Laporan Keberlanjutan 2019.
- Riza, F., Bambang, A.N. and Kismartini (2015) ‘Tingkat Pencemaran Lingkungan Perairan’, of Conservation, 04(1), pp. 52–60.
- Sasongko, A.S. et al. (2020) ‘Kandungan Logam Berat di Perairan Pulau Tunda Kabupaten Serang Banten’, Manfish Journal, 1(02), pp. 90–95. doi:10.31573/manfish.v1i02.132.
- Seemungal, R., Darsan, J. and Wilson, M. (2022) ‘The influence of coastal geomorphology and human activity on plastic debris distribution on a micro-tidal recreational beach on the north coast of Trinidad’, Journal of Coastal Conservation, 26(19). Available at: https://link.springer.com/article/10.1007/s11852-021-00846-z.
- Sitorus, R.H. and Siahaan, A. (2021) ‘Analisis Pemahaman Anak Buah Kapal Tentang Pengelolaan Sampah Di Atas Kapal Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Laut’, Cybernetics: Journal Educational …, 2, pp. 151–156. Available at: https://pusdikra-publishing.com/index.php/jrss/article/view/456.
- Sugiyono (2013) Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D). Bandung: Alfabeta.
- Tourinho, P.S., Ivar do Sul, J.A. and Fillmann, G. (2010) ‘Is marine debris ingestion still a problem for the coastal marine biota of southern Brazil?’, Marine Pollution Bulletin, 60(3), pp. 396–401. doi:10.1016/j.marpolbul.2009.10.013.
- Van Truong, N. and beiPing, C. (2019) ‘Plastic marine debris: sources, impacts and management’, International Journal of Environmental Studies, 76(6), pp. 953–973. doi:10.1080/00207233.2019.1662211.
- Wibowo, D. et al. (2020) ‘Analisis Logam Nikel (Ni) dalam Air Laut dan Persebarannya di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara’, Indo. J. Chem. Res., 8(2), pp. 144–150. doi:10.30598//ijcr.2020.8-dwi.
- Yuni, N. (2020) ‘Marine Pollution Ditinjau dari Perbandingan Praktik Negara Terhadap Instrumen Hukum Internasional’, SIGn Jurnal Hukum, 2(1), pp. 55–71. doi:10.37276/sjh.v2i1.63.